Sekolah Jakarta

Tawuran Pelajar Sekolah Jakarta makin Mengkhawatirkan

Tawuran antar pelajar sekolah Jakarta akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan. Pada umumnya penyebab terjadinya tawuran pelajar sekolah Jakarta adalah karena dendam lama, masalah cewek atau masalah sepele lainnya. Biasanya yang menjadi tempat tawuran yaitu di jalan-jalan protokol sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas. Mereka kebanyakan membawa batu sampai dengan senjata tajam. Selain tawuran, mereka juga merusak kendaraan umum yang melintas di sepanjang jalan, bangunan pertokoan dan lain-lain.

Akibat tawuran pelajar sekolah Jakarta tersebut, korban pun berjatuhan. Ada yang hanya luka-luka, ada juga yang meninggal dunia. Bukan hanya pelaku tawuran sekolah Jakarta yang menjadi korban, masyarakat sekitar juga dirugikan. Pasalnya aktivitas masyarakat menjadi terganggu akibat ulah tawuran pelajar tersebut. Bagi para pedagang mereka ketakutan akan menutup lapak atau toko mereka. Sementara bagi pengguna jalan, mereka harus segera berbalik arah untuk menghindari tawuran.

Bila tawuran pelajar sekolah Jakarta terjadi, aparat keamanan setempat segera diturunkan. Tindakan tegas pun harus segera dilaksanakan agar tawuran tidak meluas ke jalan. Bagi pelaku tawuran, mereka langsung ditangkap guna dibina di kantor kepolisian. Selanjutnya mereka dikembalikan ke orang tua masing-masing. Bagaimanapun juga pelajar sekolah Jakarta yang ikut tawuran merupakan generasi penerus bangsa, merekalah yang kelak nantinya akan memimpin negara. Oleh karena itu penerapan sangsinya masih hanya sebatas pembinaan saja kecuali jika mereka membawa senjata tajam. Mereka akan dikurung dalam tahanan selama beberapa hari saja.

Sementara itu pihak sekolah Jakarta juga menyadari bahwa mereka susah untuk mengontrol siswanya ketika berada di luar sekolah. Hal ini disebabkan biasanya siswa yang akan tawuran pagi harinya mereka tidak masuk sekolah. Ketika ada siswanya yang ikut tawuran, pihak sekolah Jakarta segera mengambil tindakan. Dengan bekerjasama dengan pihak yang berwajib, pihak sekolah Jakarta melakukan pembinaan kepada siswa yang ikut tawuran. Sangsi tegas juga diberlakukan berupa skorsing masuk sekolah selama beberapa hari. Jika siswa yang bersangkutan terbukti membawa senjata tajam atau melakukan kriminalitas ketika tawuran, maka pihak sekolah Jakarta tidak segan-segan untuk mengeluarkan siswa tersebut. Hal ini dipandang perlu mengingat siswa yang nakal tersebut seringkali mengajak teman-temannya untuk ikut tawuran sehingga lebih baik mereka dikeluarkan dari sekolah.

Di lain pihak, peran serta orang tua siswa juga sangat berpengaruh. Bagaimanapun juga siswa sebagai seorang anak di dalam keluarga membutuhkan perhatian yang khusus selama dalam fase pertumbuhan. Dalam sehari seorang siswa hanya menghabiskan 8 jam di sekolah Jakarta, sisanya mereka habiskan di lingkungan keluarga. Oleh karena itu sebagai orang tua tentunya harus pandai-pandai memberikan pendidikan agama dan akhlak mulia agar mereka di luar rumah memiliki pribadi yang santun, hormat kepada orang tua, hormat menghormati, menghargai satu sama lain dan suka menolong sesama.
Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa solusi untuk memecahkan masalah tawuran pelajar sekolah Jakarta ini perlu segera diselesaikan. Saatnya pihak sekolah Jakarta, orang tua siswa, dan pihak yang berwajib duduk bersama saling memberikan masukan guna menangani tawuran pelajar sekolah Jakarta ini. Partisipasi masyarakat pun sangat diharapkan sehingga jika akan terjadi tawuran kesadaran masyarakat untuk melapor ke pihak yang berwajib dan pihak sekolah Jakarta dapat mencegah terjadinya tawuran yang lebih luas.

Kriteria Sekolah Terbaik Jakarta salah satunya adalah sekolah yang tidak pernah terlibat tawuran pelajar.

Related posts:

  1. Sekolah Terbaik
  2. Sekolah Anak

On January 14th, 2011, posted in: Berita by dhammasavana

Comments are closed.

Blog WebMastered by All in One Webmaster.
UA-19692520-7