Biaya sekolah anak seringkali menjadi persoalan penting dalam keuangan keluarga. Bagaimana tidak, biaya sekolah anak dari tahun ke tahun semakin meningkat. Para perencana keuangan sepakat bahwa kenaikan biaya sekolah anak dari tahun ke tahun mencapai 14%-20%. Hal ini tentunya perlu diantisipasi jauh-jauh hari sebelum anak anda masuk ke bangku sekolah.
Agar anak Anda dapat mengenyam pendidikan di sekolah yang diinginkan, sedari dini Anda perlu mempersiapkan biaya sekolah anak.
Berikut ini beberapa strategi dalam mempersiapkan biaya sekolah anak.
1. Tentukan jenjang dan jenis sekolah anak anda.
Beda jenjang pendidikan tentunya beda pula biaya sekolahnya. Biaya pendidikan sekolah dasar tentunya berbeda dengan SMP dan SMU. Begitu seterusnya. Selain jenjang sekolah, beda jenis sekolah juga beda pula biayanya. Sekolah negeri tentunya akan lebih murah biaya yang harus dikeluarkan daripada sekolah swasta. Hal ini disebabkan sekolah negeri sebagian dana operasionalnya dibiayai oleh pemerintah. Oleh karena itu, usahakan anak anda dapat bersaing memasuki sekolah negeri agar anggaran biaya sekolah anak dapat ditekan.
2. Lakukan kegiatan survei untuk mengetahui secara detail biaya sekolah anak
Pada dasarnya biaya sekolah anak dapat dikira-kira. Namun karena kebijakan sekolah juga berbeda-beda, muncullah biaya lain-lain seperti uang pangkal, biaya ekstrakurikuler, buku pelajaran, sumbangan sukarela dan lain-lain. Oleh karena itu Anda perlu mendatangi langsung sekolah yang akan dimasuki anak anda sehingga Anda dapat mengetahui secara pasti semua biaya yang harus Anda keluarkan nantinya.
3. Lakukan penghitungan total biaya sekolah anak, kemudian kalikan dengan tingkat inflasi pendidikan
Setelah Anda melakukan survei dan telah mengetahui semua rincian biaya sekolah anak, maka langkah selanjutnya yaitu mengkalkulasi total biaya sekolah anak mulai dari masuk sekolah hingga lulus nanti. Kemudian hasil tersebut Anda kalikan dengan tingkat inflasi pendidikan. Misal tingkat inflasi pendidikan untuk jenjang SMP yaitu 14% maka Anda kalikan saja dengan hasil penghitungan total biaya sekolah anak.
Sebagai contoh, saat ini anak anda sedang duduk di bangku SD kelas 1. Total biaya pendidikan SMP sebesar Rp 10.000.000,-. Tingkat inflasi pendidikan SMP sebesar 14%, maka jumlah dana yang harus Anda siapkan yaitu :
Rp 10.000.000,- x 14% = Rp 11.400.000,-
Jika anak Anda masih duduk di bangku SD kelas 1, maka rentang waktu yang dibutuhkan anak anda masuk sekolah SMP adalah 6 tahun. Jadi total dana yang harus Anda siapkan yaitu :
Rp 11.400.000,- x 6 tahun = Rp 68.400.000,-
Anda mungkin akan tercengang melihat total dana yang harus disiapkan. Akan tetapi itulah kenyataan yang akan Anda hadapi 6 tahun mendatang.
4. Agar tujuan dana sekolah anak anda tercapai, lakukan penghitungan cicilan per bulan
Dana pendidikan sekolah anak memang mahal, Anda harus pandai-pandai mengatur keuangan keluarga agar sebagian penghasilan dapat disisihkan untuk persiapan sekolah anak. Setelah Anda mengetahui total biaya sekolah anak 6 tahun kedepan, maka langkah selanjutnya yaitu menghitung cicilan per bulan untuk ditabung. Melanjutkan contoh di atas, berarti cicilan per bulan yang harus Anda tabung yaitu :
Rp 68.400.000,- / (6 tahun x 12 bulan) = Rp 950.000,-
Jadi setiap bulan Anda harus menyisihkan uang sebesar Rp 950.000,- agar tujuan Anda menyekolahkan anak Anda ke jenjang SMP berhasil. Lalu bagaimana jika Anda tidak mampu menyisihkan uang Rp 950.000,- per bulan? Jawabnya bisa! Anda dapat menggunakan instrumen investasi yang memiliki nilai imbal hasil tinggi dan menyisihkan uang THR atau bonus gaji Anda minimal 30%.
5. Lakukan investasi pada instrumen yang memiliki imbal hasil yang cukup tinggi
Jika dalam menyisihkan uang untuk biaya sekolah anak anda menggunakan tabungan bank, maka uang yang harus Anda keluarkan relatif tinggi. Belum lagi adanya potongan biaya administrasi bank per bulan. Tentunya hal ini akan mengurangi jumlah tabungan Anda bukan? Pada dasarnya banyak alternatif instrumen investasi agar biaya sekolah anak anda nantinya terkumpul salah satunya yaitu melalui reksadana saham. Reksadana saham merupakan instrumen investasi berbasiskan saham yang dikelola oleh manajer investasi sehingga Anda tidak perlu repot-repot terjun langsung ke lantai bursa. Reksadana saham memiliki nilai imbal hasil rata-rata 20% per tahun. Jika nilai inflasi pendidikan SMP sebesar 14% tentunya Anda masih mengantongi keuntungan sebesar 6% bukan? Jika Anda menggunakan reksadana saham untuk mengumpulkan dana sekolah anak, maka bisa dipastikan Anda cukup menyisihkan uang kurang dari Rp 300.000,- per bulan.
Saat ini beberapa bank seperti Bank Mandiri, Commonwealth Bank menyediakan fasilitas installment plan yaitu investasi rutin dengan nominal kecil mulai dari Rp 100.000,- melalui autodebet bank sehingga Anda tidak lupa lagi untuk berinvestasi.
6. Sisihkan dana THR, gaji ke-13, dan bonus-bonus lain minimal 30%
Jika Anda menerima gaji ke-13, THR atau bonus-bonus lain di luar gaji bulanan, maka segeralah sisihkan minimal 30%. Sisihkan segera sebelum Anda memakainya untuk keperluan lain. Dengan begitu dana untuk sekolah anak Anda cepat terkumpul.
7. Mencari dana beasiswa sekolah
Alternatif lain agar anak anda dapat sekolah dengan layak yaitu dengan mengikuti program beasiswa sekolah. Memang untuk memperoleh beasiswa sekolah anak anda harus mampu berkompetisi dengan teman-temannya. Namun jika Anda sejak dini menanamkan sikap rajin belajar, semangat berkompetisi kepada anak anda, maka dapat dimungkinkan anak anda memperoleh beasiswa. Saat ini banyak beasiswa yang diberikan kepada anak sekolah baik dari pemerintah maupun dari instansi swasta.
Untuk Sekolah Anak yang MURAH namun bermutu baik, anda dapat menghubungi kami
Jalan Padamulya VI no 176 B Jembatan Dua Jakarta 11330 Telp 021-6348144 HP: 081280696168email: infodhammasavana@yahoo.com
No related posts.